Rabu, 04 Agustus 2010

Sesal Yang Tak Terlupakan

Malam ini hujan turun lagi
Bersama luka yang takan pernah terobati
Serta diri yang kelam
Sejenak bisa terlupakan
Dengan minuman keras yang aku pegang sekarang
Kau goreskan kaca dada sampai aku terluka
Hingga darah merah muda menjadi saksi terputusnya
Cinta kita
Hingga kau kecewa dan pergi meninggalkan aku.
Aku pun berkata:
"kemarilah engkau perempuan jalang.!!!"

Mungkin bagi aku cinta adalah hiasan
Api neraka
Dan percikan hawa dari surga
Selalu mengganggu semua umat manusia
Yang terjerat dengan dengan cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar